Total Pageviews

Saturday, April 21, 2012

Spektrofotometer Serapan Atom/ Atomic Absorption - Spectrofotometer (AAS)




Spektrofotometer Serapan Atom/ Atomic Absorption - Spectrofotometer (AAS)
Spektrofotometer Serapan Atom merupakan alat untuk menganalisa unsur-unsur logam dan semi logam dalam jumlah renik (trace), AAS pada umumnya digunakan untuk analisa unsur, spektrofotometer absorpsi atom juga dikenal sistem single beam dan double beam layaknya Spektrofotometer UV-VIS. Sebelumnya dikenal fotometer nyala yang hanya dapat menganalisis unsur yang dapat memancarkan sinar terutama unsur golongan IA dan IIA. Umumnya lampu yang digunakan adalah lampu katoda cekung yang mana penggunaanya hanya untuk analisis satu unsur saja.  Metode AAS berprinsip pada absorbsi cahaya oleh atom. Atom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsurnya. Metode serapan atom hanya tergantung pada perbandingan dan tidak bergantung pada temperatur. Setiap alat AAS terdiri atas tiga komponen yaitu unit teratomisasi, sumber radiasi, sistem pengukur fotometerik. 
Teknik AAS menjadi alat yang canggih dalam analisis. Ini disebabkan karena sebelum pengukuran tidak selalu memerlukan pemisahan unsur yang ditentukan karena kemungkinan penentuan satu unsur dengan kehadiran unsur lain dapat dilakukan, asalkan katoda berongga yang diperlukan tersedia. AAS dapat digunakan untuk mengukur logam sebanyak 61 logam. Sumber cahaya pada AAS adalah sumber cahaya dari lampu katoda yang berasal dari elemen yang sedang diukur kemudian dilewatkan ke dalam nyala api yang berisi sampel yang telah teratomisasi, kemudia radiasi tersebut diteruskan ke detektor melalui monokromator. Chopper digunakan untuk membedakan radiasi yang berasal dari sumber radiasi, dan radiasi yang berasal dari nyala api. Detektor akan menolak arah searah arus (DC) dari emisi nyala dan hanya mengukur arus bolak-balik dari sumber radiasi atau sampel.  Atom dari suatu unsur pada keadaan dasar akan dikenai radiasi maka atom tersebut akan menyerap energi dan mengakibatkan elektron pada kulit terluar naik ke tingkat energi yang lebih tinggi atau tereksitasi. Jika suatu atom diberi energi, maka energi tersebut akan mempercepat gerakan elektron sehingga  elektron tersebut akan tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi dan dapat kembali ke keadaan semula. Atom-atom dari sampel akan menyerap sebagian sinar yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Penyerapan energi oleh atom terjadi pada panjang gelombang tertentu sesuai dengan energi yang dibutuhkan oleh atom tersebut. 
.  Spektrofotometer serapan atom sering digunakan dalam bidang toksikologi karena memeng di ciptakan untuk menentukan konsentrasi atau partikulat yang mengandung logam-logam berat seperti Pb, Cd, As, Sb, Zn, Cr dan Tl (Tellurium) yang keluar dari cerobong pabrik.











                               Gambar 1. Alat Spektofotometer Serapan Atom (Doc. pribadi)

Bagian-bagian AAS
1. Sumber sinar
2. Sistem pengatoman (Atomizer)
3. Monokromator
4. Detektor
5. Sistem pembacaan
Cara Kerja AAS
1.      Sumber sinar yang berupa tabung katoda berongga (Hollow Chatode Lamp) menghasilkan sinar monokromatis yang mempunyai beberapa garis resonansi
2.      Sampel diubah fasenya dari larutan menjadi uap atom bebas di dalam atomizer dengan nyala api yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dengan oksigen
3.      Monokromator akan mengisolasi salah satu garis resonansi yang sesuai dengan sampel dari beberapa garis resonansi yang berasal dari sumber sinar
4.      Energi sinar dari monokromator akan diubah menjadi energi listrik dalam detektor
5.      Energi listrik dari detektor inilah yang akan menggerakkan jarum dan mengeluarkan grafik
6.      Sistem pembacaan akan menampilkan data yang dapat dibaca dari grafik


Kelebihan dan Kekurangan AAS
a. Kelebihan
·         Kepekaan lebih tinggi
·         Sistemnya relatif mudah
·         Dapat memilih temperatur yang dikehendaki
b. Kekurangan
·         Hanya dapat digunakan untuk larutan dengan konsentrasi rendah
·         Memerlukan jumlah larutan yang cukup relatif besar (10-15 ml)
·         Efisiensi nebulizer untuk membentuk aerosol rendah
·         Sistem atomisasi tidak mampu mengatomkan



 Anonim 2.    2009 Spektrofotometer Serapan Atom (AAS)


No comments:

Post a Comment